Satu lagi kecelakaan di pasar super, kali ini di ITC Permata Hijau, Sekeluarga Tewas dalam kecelakaan itu (saya ikut berduka cita nih, LP).
Kejadiannya gimana???
Satu keluarga malang itu mau pulang, dari tempat parkir mereka turun melalui jalan penghubung antar lantai yang menurun dan berputar, ga tau gimana mobil melintas ke arah naik dan membentur pagar pengaman. Kemudian terjun bebas.
Kemudian yang jadi masalah apa????
Terlepas adanya kecelakaan, itu memang bisa aja terjadi pada semua orang. Tapi ko pagar pembatas konstruksinya kaya gitu???
Cuma tumpukan batu bata yang diplester???
Ga ngerti, emang standarnya kaya gitu??? Atau ada standar keamanan yang lebih tinggi tapi ga dipatuhin??? Nah lo kalo udah kaya gini kita musti tanya ke siapa?????
Ini salah satu kejadian yang sangat menyedihkan soal keamanan gedung bertingkat di Jakarta mungkin Indonesia kaleee....
Friday, May 18, 2007
Sunday, May 06, 2007
Pasar Becek Vs Pasar Super
Siapa yang ga seneng belanja ditempat yang nyaman dan mungkin "rada" aman di pasar yang super-super? (kenapa rada aman? karena di pasar super masih ada juga orang keilangan mobil, trus yang terakhir ada anak kecil yang ketiban rak sampe tewas).
Semua orang pasti bilang mending belanja di pasar super dari pada belanja di pasar becek. Itu pilihan orang yang normal, kecuali saya, saya lebih seneng belanja di pasar becek ha ha ha, ga tau kenapa... bukan tanya kenapa
Belanja di pasar super pasti pake AC, trus harga diskon, trus ada pegawai yang murah senyum dan ramah, serta siap membantu pelanggan. Trus apa masalahnya????
Pasar tradisionil atawa pasar becek makin hari makin kosong aja, katanya sih selain becek dan berbau tak sedap, harga juga ga jauh lebih murah dari pasar super, trus bagi yang ga bisa nawar, wah bisa ketepu! makanya sekarang banyak pasar super bertebaran, dari yang mirip warung, sampe gede banget.
Masalahnya apa sih???
Katanya ada aturan, ini juga masih katanya, pembangunan pasar super ga boleh deket pasar becek, tapi saya ga tau aturan yang mana tuh. Kenyataannya banyak pasar super jaraknya ga jauh dari pasar tradisional atawa pasar becek tadi, nah lho!
Ko bisa??? Saya juga ga tau, soalnya khan udah ada aturannya yang ngelarang pasar super ga boleh deket pasar becek tadi, tapi masih tetep kejadian juga????? nah ini baru tanya kenapa???
Bedanya apa sih pasar becek sama pasar super???
Bedanya cuma masalah modal, pasar becek modal kecil-kecilan, pasar super modal gede-gedean. Pasar becek, kita harus becek-becekan, pasar super kita ga keringetan.
Kalo soal tenaga kerja?
Pasar becek menyerap tenaga kerja, pasar super juga menyerap tenaga kerja.
Rasanya cuma satu perbedaanya, pasar becek isinya pengusaha yang modal pas-pasan, pasar super itu modal gede atawa konglomerat.
Emang ada masalah?
Kabarnya beberapa tahun belakangan ini banyak pasar becek tutup. Disinyalir ini karena makin merebaknya pasar super (bahasa penyidik neeh...)
Kalo ditanya kayanya masing-masing pihak bakal punya argumen masing-masing. Pemilik pasar super bakal ngomong, terserah konsumen, kami hanya berusaha memberi yang terbaik. Sementara pedagang pasar becek bilang, pasar super pasti lebih rame dan laku karena selain nyaman, pake AC segala soalnya, trus harga bisa murah. Sebagai konsumen enaknya pilih yang nyaman dan murah khan????
Konsumen pasti pilih yang nyaman dan murah, kalo dah gitu gimana nasib pasar becek???
Di Indonesia kanyanya bakal semakin habis dech pasar becek, dan akhirnya tinggal kenangan...
Semua orang pasti bilang mending belanja di pasar super dari pada belanja di pasar becek. Itu pilihan orang yang normal, kecuali saya, saya lebih seneng belanja di pasar becek ha ha ha, ga tau kenapa... bukan tanya kenapa
Belanja di pasar super pasti pake AC, trus harga diskon, trus ada pegawai yang murah senyum dan ramah, serta siap membantu pelanggan. Trus apa masalahnya????
Pasar tradisionil atawa pasar becek makin hari makin kosong aja, katanya sih selain becek dan berbau tak sedap, harga juga ga jauh lebih murah dari pasar super, trus bagi yang ga bisa nawar, wah bisa ketepu! makanya sekarang banyak pasar super bertebaran, dari yang mirip warung, sampe gede banget.
Masalahnya apa sih???
Katanya ada aturan, ini juga masih katanya, pembangunan pasar super ga boleh deket pasar becek, tapi saya ga tau aturan yang mana tuh. Kenyataannya banyak pasar super jaraknya ga jauh dari pasar tradisional atawa pasar becek tadi, nah lho!
Ko bisa??? Saya juga ga tau, soalnya khan udah ada aturannya yang ngelarang pasar super ga boleh deket pasar becek tadi, tapi masih tetep kejadian juga????? nah ini baru tanya kenapa???
Bedanya apa sih pasar becek sama pasar super???
Bedanya cuma masalah modal, pasar becek modal kecil-kecilan, pasar super modal gede-gedean. Pasar becek, kita harus becek-becekan, pasar super kita ga keringetan.
Kalo soal tenaga kerja?
Pasar becek menyerap tenaga kerja, pasar super juga menyerap tenaga kerja.
Rasanya cuma satu perbedaanya, pasar becek isinya pengusaha yang modal pas-pasan, pasar super itu modal gede atawa konglomerat.
Emang ada masalah?
Kabarnya beberapa tahun belakangan ini banyak pasar becek tutup. Disinyalir ini karena makin merebaknya pasar super (bahasa penyidik neeh...)
Kalo ditanya kayanya masing-masing pihak bakal punya argumen masing-masing. Pemilik pasar super bakal ngomong, terserah konsumen, kami hanya berusaha memberi yang terbaik. Sementara pedagang pasar becek bilang, pasar super pasti lebih rame dan laku karena selain nyaman, pake AC segala soalnya, trus harga bisa murah. Sebagai konsumen enaknya pilih yang nyaman dan murah khan????
Konsumen pasti pilih yang nyaman dan murah, kalo dah gitu gimana nasib pasar becek???
Di Indonesia kanyanya bakal semakin habis dech pasar becek, dan akhirnya tinggal kenangan...
Saturday, April 28, 2007
Pengelola PLTMH Perlukah???
PLTMH sebagai sebuah asset desa yang memiliki nilai cukup mahal jelas bukan hal mudah untuk mengurusnya. Apalagi di perdesaan lumayan sulit mencari tenaga keja dengan tingkat SDM yang memadai.
Mengelola PLTMH jelas merupakan pekerjaan gampang-gampang sulit, karena menyangkut kesadaran masyarakat dan konsekuensi yang harus dihadapi.
Kesadaran masyarakat diperlukan untuk membuat komitmen tentang perlunya masyarakat secara bersama-sama mengelola dan memelihara PLTMH dengan baik agar dapat berkelanjutan.
Konsekuensi yang harus diterima masyarakat adalah adanya kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi, misalnya membayar iuran, hal ini sering menjadi masalah yang menyebabkan konflik dimasyarakat. Awalnya disepakati nilai iuran dengan besaran tertentu, tetapi seiring dengan waktu akan ada masyarakat yang menunda pembayaran iuran dan bahkan tidak membayar dengan berbagai alasan. Hal inilah yang harus diperhatikan demi kelancaran dan kelanjutan PLTMH.
Monday, April 23, 2007
Skema PLTMH

PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) merupakan salah satu energi baru terbarukan yang memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan di Indonesia. Pada dasarnya PLTMH berfungsi dengan mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Dengan teknologi yang tepat potensi yang ada ini akan dapat dinikmati oleh masyarakat terutama masyarakat yang tinggal di perdesaan yang belum terjangkau oleh listrik dari PLN.
PLTMH merupakann salah satu alternatif penyediaan listrik bagi penduduk yang belum mendapat pasokan listrik dari PLN.
Saturday, April 07, 2007
Bus way vs Kenek
Jakarta sebagai kota metropolitan wajar aja mau pake sistem transportasi modern, biar orang kantoran ga pake mobil ke kantor katanya. Ga tau kata siapa. Biar aman, tertib trus lebih manusiawi. Niatnya bagus dan pasti banyak orang yang ngedukung, walau pada prosesnya ada indikasi korupsi (berita dikoran-koran he he he). Mudah2an koran2 pada ga bener.
Dari semua kelebihan dan kekurangan Bus Way yang niatnya emang bagus, ada juga sisi yang harus dipikirin sama tukang mikir di Jakarta, berapa banyak kenek sama sopir yang bakal ilang kerjaannye????? wah ga tau dech, minta tukang mikir di Jakarta buat ngitung tu angka. Semuanye bikin puyeng kalo diomongin disini.
Cuma satu yang kebayang nanti di Jakarta: Ga ada kenek yang tereak garogol!!! garogol!!! trakhir!!! trakhir!!! atau pemandangan kang asongan or kang ngamen naek turun bis. Yang ada tinggal orang ngumpul di halte bus way yang mirip akuarium, masing2 diem, mikir urusan masing2, pengen cepet sampe rumah trus tidur dech.
Jakarta kanyanya sunyi senyap tanpa garogol!!! garogol!!!
Wednesday, March 28, 2007
Ciandum
Desa Ciandum Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat
Ke Desa Ciandum tanggal 23-24 Maret 2007 dalam rangka kegiatan Pertumbuhan Desa, intinya sebuah desa akan dikembangkan sesuai dengan potensinya, hal ini dilakukan dengan menerapkan metode PRA (Participatory Rural Appraisal).
Desa Ciandum terletak di pesisir pantai selatan Jawa Barat. Dekat dengan cagar alam Leuweng Sancang. Potensi yang tergali dari kunjungan kali ini beberapa jenis usaha yang sudah ada di masyarkat desa, yaitu: sapi perah, sale pisang, gula kelapa, keripik singkong serta usaha bordir.
Dari hasil ngobrol dengan peternak, mereka tidak pernah mengalami kesulitan dalam mengadakan pakan untuk ternak mereka, karena rumput banyak terdapat di desa mereka, dan masih tersedia lahan untuk menggembalakan sapi mereka di sekitar desa. Untuk sale pisang, sebenarnya kualitas dan pasar untuk sale pisang produksi pengrajin dari Desa Ciandum sudah cukup bagus, hanya seperti usaha kecil lainnya adalah masalah permodalan dan bahan baku. Bahan baku seperti biasa terjadi kelangkaan pada saat tidak ada musim dan mereka harus bersaing dengan bandar pisang untuk memperoleh bahan baku.
Ke Desa Ciandum tanggal 23-24 Maret 2007 dalam rangka kegiatan Pertumbuhan Desa, intinya sebuah desa akan dikembangkan sesuai dengan potensinya, hal ini dilakukan dengan menerapkan metode PRA (Participatory Rural Appraisal).
Desa Ciandum terletak di pesisir pantai selatan Jawa Barat. Dekat dengan cagar alam Leuweng Sancang. Potensi yang tergali dari kunjungan kali ini beberapa jenis usaha yang sudah ada di masyarkat desa, yaitu: sapi perah, sale pisang, gula kelapa, keripik singkong serta usaha bordir.
Dari hasil ngobrol dengan peternak, mereka tidak pernah mengalami kesulitan dalam mengadakan pakan untuk ternak mereka, karena rumput banyak terdapat di desa mereka, dan masih tersedia lahan untuk menggembalakan sapi mereka di sekitar desa. Untuk sale pisang, sebenarnya kualitas dan pasar untuk sale pisang produksi pengrajin dari Desa Ciandum sudah cukup bagus, hanya seperti usaha kecil lainnya adalah masalah permodalan dan bahan baku. Bahan baku seperti biasa terjadi kelangkaan pada saat tidak ada musim dan mereka harus bersaing dengan bandar pisang untuk memperoleh bahan baku.
Monday, March 26, 2007
Resi Gudang

Resi gudang (Warehouse Reciept) adalah tanda bukti penyimpanan suatu komoditi di gudang yang dilakukan pengelolaannya oleh perusahaan pergudangan / pengelola agunan secara profesional dan dapat digunakan sebagai agunan kepada bank
Resi gudang dapat menjadi suatu alternatif pembiayaan di tingkat petani produsen. Salah satu masalah yang mendasar dalam pemasaran domestik untuk komoditi di banyak negara berkembang adalah kurangnya kredit yang dikucurkan dalam rantai pemasaran. Produsen pertanian seringkali terpaksa menjual sebagian atau seluruh hasil taninya sesudah dipanen untuk mendapatkan uang yang dibutuhkan untuk upacara adat (biasanya musim panen bersamaan dengan pelaksanaan perayaan), atau untuk kebutuhan sehari-hari termasuk untuk biaya musim tanam berikutnya serta untuk membayar pajak (di beberapa negara pembayaran pajak tahunan dibebankan kepada petani dan dibayarkan setelah panen). Ini merupakan hal yang berlebihan dalam rantai pemasaran. Bisa jadi ini bukan menjadi masalah utama, tetapi di lain pihak sering kali para pedagang tidak mempunyai cukup uang untuk membeli komoditi yang banyak jumlahnya untuk disimpan dalam waktu yang lama, walaupun jika pembiayaan pra-ekspor (pre-export financing) tersedia untuk para eksportir besar hal ini tetap mempengaruhi rantai pemasaran. Kejadian ini menyebabkan mudah naik turunnya pergerakan harga komoditi, dan dapat mengakibatkan perilaku pemasaran yang tidak efisien, misalnya pelabuhan menjadi penuh sesaat setelah dilaksanakan panen, dan menjadi “kosong” pada saat musim sebelum panen.
Resi gudang dapat menjadi suatu alternatif pembiayaan di tingkat petani produsen. Salah satu masalah yang mendasar dalam pemasaran domestik untuk komoditi di banyak negara berkembang adalah kurangnya kredit yang dikucurkan dalam rantai pemasaran. Produsen pertanian seringkali terpaksa menjual sebagian atau seluruh hasil taninya sesudah dipanen untuk mendapatkan uang yang dibutuhkan untuk upacara adat (biasanya musim panen bersamaan dengan pelaksanaan perayaan), atau untuk kebutuhan sehari-hari termasuk untuk biaya musim tanam berikutnya serta untuk membayar pajak (di beberapa negara pembayaran pajak tahunan dibebankan kepada petani dan dibayarkan setelah panen). Ini merupakan hal yang berlebihan dalam rantai pemasaran. Bisa jadi ini bukan menjadi masalah utama, tetapi di lain pihak sering kali para pedagang tidak mempunyai cukup uang untuk membeli komoditi yang banyak jumlahnya untuk disimpan dalam waktu yang lama, walaupun jika pembiayaan pra-ekspor (pre-export financing) tersedia untuk para eksportir besar hal ini tetap mempengaruhi rantai pemasaran. Kejadian ini menyebabkan mudah naik turunnya pergerakan harga komoditi, dan dapat mengakibatkan perilaku pemasaran yang tidak efisien, misalnya pelabuhan menjadi penuh sesaat setelah dilaksanakan panen, dan menjadi “kosong” pada saat musim sebelum panen.
Labels:
padi,
petani,
sistem resi gudang,
warehaouse receipt system
Subscribe to:
Posts (Atom)